BANDUNG — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandung menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara Gebyar Pengumpulan dan Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandung pada Senin di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Jl. Kadipaten Raya No. 4-6, Antapani, Kota Bandung.
Acara ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung Farhan, Ketua PDM Kota Bandung Drs. Musa Muhammad, M.E.Sy., Ketua BAZNAS Kota Bandung Drs. H. Momon Ahmad Imron Sutisna, M.M, serta para jajaran kepala dinas, camat, lurah, dan warga penerima manfaat.
BAZNAS Milik Semua Umat, Sedekah Tidak Mengurangi Harta
Dalam sambutannya, Ketua PDM Kota Bandung, Drs. Musa Muhammad, M.E.Sy., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Muhammadiyah Kota Bandung sebagai tempat pelaksanaan agenda penyerahan dan pengumpulan ZIS ini.
Beliau menegaskan pentingnya menanamkan keyakinan dalam berinfak dan bersedekah sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW.
“Sesuai dengan hadis Rasulullah SAW, ‘Maa naqashat shadaqatun min maalin’—tidak akan berkurang harta karena sedekah. Insyaallah, lewat amanah yang diberikan oleh masyarakat kepada BAZNAS, mudah-mudahan ini menjadi penolong dan pembuka keberkahan bagi kita semuanya,” ujar Drs. Musa Muhammad.

Beliau juga menambahkan bahwa hadirnya BAZNAS di tengah-tengah ormas Islam seperti Muhammadiyah menunjukkan bentuk komunikasi yang harmonis.
“Kenapa acara ini ada di Muhammadiyah? Ini adalah salah satu komunikasi yang alhamdulillah sudah ‘nyambung’. Artinya, BAZNAS ini adalah milik semua umat. Ini menunjukkan kepedulian Pak Wali Kota bersama BAZNAS yang langsung berhadapan dengan masyarakat,” tambahnya.
Drs. Musa Muhammad menyambut hangat seluruh undangan dengan ucapan “Wilujeng sumping ka sadayana para hadirin” dan berharap seluruh rangkaian kegiatan penyaluran bantuan mendatangkan rida Allah SWT.
Wali Kota Farhan Dorong Sinergi Muhammadiyah Kota Bandung dan Pemkot untuk Pemulihan PKL
Wali Kota Bandung, Farhan, dalam pengarahannya menyoroti kondisi inflasi Kota Bandung yang saat ini menyentuh angka 3,35% akibat melonjaknya permintaan bahan pangan. Untuk menjaga daya beli warga, Pemkot Bandung mengedepankan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) secara humanis melalui dialog intensif.
Namun, Farhan menekankan bahwa penataan tidak boleh berhenti pada penertiban semata, melainkan harus diikuti dengan program pemulihan ekonomi.
Oleh karena itu, beliau meminta kolaborasi aktif dari PDM Kota Bandung dan dinas terkait untuk mendampingi para pedagang.
“Penataan dan penertiban tanpa pemulihan hanya akan menjadikan kita pemerintah yang represif. Untuk pemulihan ini, kita butuh uluran tangan semua pihak. Muhammadiyah menjadi salah satu mitra penting untuk melakukan pendampingan dan pendekatan yang lebih humanis kepada para pedagang,” ungkap Farhan.

Ia menetapkan empat aturan utama bagi PKL: tidak boleh membangun lapak permanen maupun semi-permanen, wajib menerapkan prinsip ‘datang bersih, pulang bersih’, serta mematuhi batas jam operasional maksimal 12 jam.
Pemkot bersama BAZNAS dan Muhammadiyah juga berkomitmen membantu pembinaan kewirausahaan, bantuan sarana usaha (gerobak bergerak), hingga fasilitasi sertifikasi halal.
Baznas Goes to School dan Peresmian Taman Baca SD Muhammadiyah 7
Pemerintah Kota Bandung juga mendorong penguatan literasi zakat, infak, dan sedekah di kalangan pelajar melalui program Baznas Go to School.
Program ini bertujuan menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini sekaligus membantu mengidentifikasi siswa yang membutuhkan bantuan Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP).
“Pada kesempatan ini, kita meluncurkan beberapa program, khususnya penyaluran bantuan dari Baznas untuk berbagai kelompok mustahik. Kita juga meluncurkan program Baznas Go to School,” ujar Farhan.
Menurutnya, program tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi Baznas, Dinas Pendidikan Kota Bandung, dan Muhammadiyah Kota Bandung yang memiliki jaringan lembaga pendidikan luas di Indonesia.
“Nah, dengan demikian, Baznas bersama Dinas Pendidikan dan juga salah satunya Muhammadiyah, sebagai salah satu ormas dengan jaringan lembaga pendidikan terluas di Indonesia, itu akan bisa menyukseskan program tersebut,” tegas Farhan.
Selain menggagas acara program tersebut, Farhan juga meresmikan taman bacaan SD Muhammadiyah 7.
Diharapkan adanya taman bacaan dapat meningkatkan semangat anak-anak untuk gemar membaca, terutama ketika masih di usia sekolah dasar.

Penulis: Moh Aqbil








