BANDUNG — Kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran seringkali membenturkan masyarakat kecil pada situasi yang sulit, dan ini menjadi perhatian Lazismu Jawa Barat.
Oleh karena itu, di tengah himpitan ekonomi tersebut kehadiran program “bazar sembako murah” menjadi angin segar yang membawa secercah harapan dan senyum lega bagi warga kurang mampu.
Bagi 500 orang penerima manfaat yang hadir langsung di lokasi kegiatan, program tebus murah ini bukan sekadar pembagian bantuan bahan pangan biasa.
Hanya dengan mengeluarkan biaya tebus sebesar Rp 50.000, masyarakat sudah bisa membawa pulang paket sembako berkualitas tinggi yang berisi 3 kg beras, 1 kg tepung terigu, 1 liter minyak goreng, 2 bungkus mie instan, serta 1 kaleng Rendangmu.
Sangat Membantu Perekonomian Keluarga di Tengah Gaji Pas-pasan
Manfaat nyata dari program oleh Lazismu Jawa Barat ini dirasakan langsung oleh Ibu Mulyanugraha, seorang tenaga pendidik atau guru yang bertugas di lingkungan sekolah terdekat.
Bagi Ibu Mulyanugraha, paket sembako murah ini sangat berarti untuk menopang kebutuhan dapur keluarganya, terutama di tengah rutinitas harian dengan penghasilan yang terbatas.
“Sangat membantu ya untuk kita, apalagi untuk guru yang gajinya bisa dikatakan ya mungkin tahu sendiri ya pas-pasan. Ya mungkin nanti terjadi dengan adanya program ini, itu bisa membantu perekonomianlah, bisa membantu untuk perekonomian keluarga gitu ya,” tutur Ibu Mulyanugraha penuh rasa syukur.
Ia juga menceritakan bagaimana kedekatan lokasi kegiatan membuat informasi ini sampai kepadanya, meski di sisi lain ia menyadari masih banyak tetangga di sekitarnya yang sebenarnya membutuhkan program serupa.
“Cuma saya juga untuk mengasih infonya terlalu apa, terbatas sepertinya gitu, nggak bisa semuanya saya kasih tahu gitu. Nah, kalau bisa mah ya disosialisasikan lagi, lebih luas lagi gitu, karena kan memang masih banyak ya kayak di tetangga saya juga kalau mau dihitung mah, banyak sekali tetangga saya sebenarnya yang membutuhkan program ini gitu ya,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Ibu Mulyanugraha berharap agar kegiatan bazar murah ini dapat terus dilanjutkan dan jangkauannya semakin diperluas ke depannya.
“Ya harapannya semoga kegiatan ini tetap berjalan, ya tetap berjalan ada gitu ya. Tetap berjalan ada dan bila perlu ya diperluas lagi mungkin jangkauannya ya, nggak hanya sebatas mungkin karyawan di sini aja dan yang dekat-dekat gitu, yang mungkin diperluas lagi,” harapnya.

Driver Ojol Full Senyum: Harga Tetap Murah, Tapi Isi Makin Melimpah
Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh Bapak Uu Subandi, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang untuk kedua kalinya sukses mengikuti program tebus murah sembako ini. Bagi pekerja lapangan seperti Pak Uu, kehematan dalam belanja kebutuhan pokok sangat berdampak besar bagi pemasukan hariannya.
“Membantu sekali, sangat membantu,” ungkap Pak Uu dengan antusias.

Sambil tersenyum lebar di sela-sela aktivitasnya, Pak Uu sempat berkelakar mengenai kualitas dan isi paket yang didapatkannya kali ini yang dinilai semakin menguntungkan.
“Ya besar kemungkinan ada tambahan lagi seperti item-itemnya. Tapi harganya tetap tetep… gitu aja, lebih murah, lebih hemat, tapi itemnya ada tambahan lagi,” ujar Pak Uu sambil tertawa riang.
Pak Uu menuturkan bahwa informasi mengenai program sosial ini didapatkannya secara online melalui media sosial dan grup percakapan. Dirinya memberikan apresiasi tinggi untuk Lazismu Jawa Barat terhadap kelancaran distribusi informasi acara tersebut.
“Udah bagus, udah luas lewat IG, udah sosmed, udah komplit, apalagi lewat grup-grup udah menyebar. Ini udah oke,” puji Pak Uu.
Menutup perbincangan, Pak Uu menyampaikan doa dan harapan agar program bantuan yang sangat meringankan ini dapat terus hadir di bulan-bulan berikutnya.
“Semoga Bapak nanti bulan depan bisa ikut lagi ya,” pungkasnya penuh harap.
Melihat restimoni dari Ibu Mulyanugraha dan Bapak Uu Subandi dan pak Marko, program tebus murah sembako ini terbukti menjadi solusi jitu yang tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menyebarkan kebahagiaan bagi warga yang membutuhkan.
Warga Antusias: Sembako Murah Bikin Hati Bunga-Bunga
Kegembiraan serupa turut terpancar dari raut wajah Bapak Marko, warga yang datang dari kawasan Jalan Ahmad Yani, Bandung. Dengan membawa kantong belanjaan merah berisi paket sembako lengkap di tangannya, Pak Marko tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya bisa mengikuti program bazar murah ini.
“Hatinya senanglah ada bazar, jadi sembako murah gitu, sama ya hatinya bungah ajalah,” ucap Pak Marko sambil tersenyum lebar.
Sambil memperlihatkan isi bingkisan yang diterimanya, Pak Marko merinci apa saja yang ia dapatkan dengan harga tebus yang sangat terjangkau tersebut.
“Dapat ini, dapat mie, terus apalagi terigu, beras, minyak, terus kayak apa ini tuh… yang sarden gitu enggak tahu apa, ayang-ayangan (daging ayam/rendang) gitu sama sapi,” kelakarnya.
Mengetahui program ini dari media sosial Instagram Lazismu, Pak Marko berharap ke depannya kegiatan bazar murah ini bisa diselenggarakan lebih besar lagi dengan jumlah pengunjung dan kuota sembako yang lebih melimpah.
“Harapannya ya semoga lebih… lebih banyak lagi ininya apa, pengunjungnya sama sembakonya makin bagus lagilah gitu,” pungkasnya.

Melalui kesaksian dan raut wajah penuh kegembiraan dari para penerima manfaat seperti Ibu Mulyanugraha, Bapak Uu Subandi, dan Bapak Marko, program tebus murah sembako ini terbukti menjadi solusi jitu yang tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menyebarkan kebahagiaan bagi warga yang membutuhkan.
Penulis: Moh Aqbil







