BANDUNG— Dalam upaya memperkuat sistem tata kelola dan profesionalisme lembaga amil zakat, Lazismu Jawa Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Manajer dan Asesmen se-Jawa Barat di Kantor Lazismu Jawa Barat, Bandung pada Kamis (01/10/2026).
Agenda strategis yang dihadiri oleh pimpinan dan manajer Lazismu dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat ini bertujuan untuk menyelaraskan manajemen, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat sinergi program pengentasan kemiskinan di wilayah Jawa Barat.
Menuju Target Top 3 Lazismu Tingkat Nasional
Manajer Area Lazismu Jawa Barat, Sani Sonjaya, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini berfokus pada standarisasi tata kelola, management system, fundraising, hingga efektivitas program di tingkat daerah.
“Tujuan utama dari kegiatan ini berkaitan erat dengan target besar Lazismu Jawa Barat yang ingin menjadi Lazismu Top 3 di tingkat nasional. Melalui rakor dan asesmen ini, kami berharap setiap manajer di daerah memiliki kapasitas dan kompetensi tinggi dalam mendorong perkembangan tata kelola lembaga yang transparan dan akuntabel,” ujar Sani.
Sani menambahkan bahwa pasca-rakor ini, pihaknya akan menggelar workshop lanjutan guna menyusun rencana kerja jangka pendek tiga bulan ke depan. Hal ini bertujuan agar setiap rekomendasi dan hasil rakor dapat langsung direalisasikan di kantor layanan masing-masing.
Ketua Badan Lazismu Jawa Barat, Chaffid Sefriyadi dalam sambutannya menekankan bahwa untuk mencapai target 3 besar nasional tersebut, fokus kerja pada kepengurusan Lazismu Jawa Barat periode pertengahan hingga akhir akan dishift (dialihkan) lebih banyak ke daerah-daerah.
Jika sebelumnya porsi penataan Lazismu Jawa Barat lebih banyak di tingkat wilayah, kini 70 persen fokus akan dicurahkan untuk membina dan mendampingi manajer daerah.
“Target kita tetap menjadi tiga besar nasional bersama Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY. Oleh karena itu, fokus kita sekarang adalah bagaimana menguatkan tata kelola, budaya kerja, dan pencapaian di masing-masing daerah agar setiap kantor layanan memiliki performa yang unggul,” tegas Chaffid dalam pengarahannya.

Ketua Badan Lazismu Jawa Barat, Chaffid Sefriyadi (Kiri) dan Manajer Area Lazismu Jawa Barat, Sani Sonjaya (Kanan). Dok: Pribadi.
Apresiasi dan Dorongan Semangat dari Daerah
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta rakor. Perwakilan Lazismu Kabupaten Bekasi, Riswanto, mengungkapkan bahwa rangkaian asesmen memberikan masukan penting bagi perbaikan tata kelola di daerahnya.
“Kegiatan asesmen dan rakor hari ini sangat luar biasa. Kami tidak hanya menemukan berbagai poin evaluasi penting terkait manajemen lembaga, tetapi juga mendapatkan ilmu dan semangat baru. Sepulang dari sini, kami siap mengimplementasikan ilmu yang didapat kepada seluruh tim di Lazismu Kabupaten Bekasi.”
Hal senada diungkapkan oleh Siti Nur Asyiah (Asih), Staf Keuangan Lazismu Kota Cirebon. Ia menyampaikan bahwa forum ini memberikan wawasan baru bagi staf operasional dan keuangan.
“Melalui rakor ini, kami mendapatkan banyak wawasan, materi dari pemateri yang menginspirasi, serta motivasi untuk terus menyempurnakan sistem kerja. Semoga Lazismu terus berjaya dan menjadi wadah yang memberikan manfaat luas bagi muzzaki maupun mustahik.”
Komitmen Memperluas Kebermanfaatan ZIS di Jawa Barat
Melalui konsolidasi berkala dan standarisasi manajemen, Lazismu Jawa Barat berkomitmen untuk terus berinovasi dalam penghimpunan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Penguatan kapasitas manajer daerah diharapkan mampu mempercepat realisasi program-program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran.
Penulis: Moh Aqbil








