BANDUNG — Lazismu Jawa Barat berkolaborasi dengan Lembaga Insan Hebat dan Badan Takmir Masjid (BTM) Mujahidin sukses menggelar program Sasadu (Berbagi Sarapan dan Salat Duha) pada hari Rabu (30/9/2026).
Kegiatan keagamaan dan sosial ini dipusatkan di Masjid Mujahidin, Bandung, mulai pukul 09.00 WIB. Program Sasadu hadir sebagai wadah silaturahmi sekaligus ajakan bagi masyarakat sekitar untuk membiasakan amalan sunah dan kegiatan positif di pagi hari.
Rangkaian Kegiatan Program Sasadu: Dari Tilawah hingga Sarapan Bersama
Acara diawali dengan kegiatan mengaji atau tilawah Al-Qur’an bersama yang diikuti oleh para jamaah dengan khusyuk.
Setelah itu, peserta menyimak kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh Ustaz Sani Sonajaya untuk memberikan dorongan spiritual dalam mengawali aktivitas sehari-hari.
Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat duha secara munfarid. Suasana kebersamaan semakin hangat ketika acara ditutup dengan sesi makan sarapan bersama yang telah disediakan oleh panitia.

Ust Sani Sonjaya. Dok: Pribadi.
Ajakan Mengajak Masyarakat Membiasakan Amalan Pagi
Manajer Program dan Fundraising Lazismu Jabar, Agung Sedayu, mengungkapkan bahwa kegiatan seperti tilawah dan kultum sebenarnya sudah menjadi rutinitas internal.
Melalui program Sasadu, Lazismu Jabar ingin memperluas jangkauan ajakan tersebut kepada masyarakat umum.
“Kita ingin mengajak masyarakat sekitar untuk melakukan juga rutinitas yang biasa kita lakukan, yaitu tilawah bareng, kultum, sama salat duha. Maka dari itu, kita adakan sekarang di masjid bareng-bareng, sambil ada sarapan bareng juga untuk menarik perhatian jamaah,” ujar Agung saat ditemui di lokasi acara.

Agung Sedayu. Dok: Pribadi.
Agung menjelaskan, penyediaan sarapan bersama bertujuan untuk memberikan daya tarik bagi para jamaah sekaligus mengedukasi publik bahwa kegiatan kajian dan salat duha rutin dilaksanakan di Masjid Mujahidin setiap pagi.
Harapan Keberkahan dan Semangat Ibadah Masyarakat
Melalui kolaborasi antara Lazismu Jabar, Insan Hebat, dan BTM Mujahidin, program Sasadu diharapkan dapat membentuk kebiasaan baik di tengah masyarakat dalam mengawali hari.
“Harapannya supaya masyarakat di sekitar ini terbiasa dengan amalan baik, yaitu salat duha dan tilawah di pagi hari untuk memulai hari, supaya lebih berkah dan lebih bersemangat,” tutur Agung menutup pembicaraan.

Seorang jamaah tadarus menggunakan ponsel. Dok: Pribadi
Penulis: Moh Aqbil







