Banjar, Jabar.Muhammadiyah.or.id – Semangat nasionalisme dan kreativitas mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMK Muhammadiyah Banjar. Mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, kegiatan Semarak Kemerdekaan dilaksanakan pada 20–21 Agustus 2026 dengan melibatkan siswa dan guru dalam berbagai perlombaan yang sarat dengan nilai kebersamaan, sportivitas, dan kreativitas.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala SMKS Muhammadiyah Banjar, Asep Suharto, SE., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan antusias, termasuk melalui kreativitas kostum yang ditampilkan dalam rangkaian kegiatan.
Menurut Asep, peringatan kemerdekaan tidak semestinya dimaknai sebatas kegiatan seremonial maupun perlombaan, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan bagaimana generasi muda mengisi kemerdekaan dengan karya, prestasi, dan kontribusi positif.
“Kegiatan memeriahkan hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-81 ini menjadi wujud nyata seluruh insan anak bangsa mengobarkan semangat nasionalisme dan kebangsaan, sehingga nilai-nilai gotong royong, nilai-nilai kekeluargaan, dan nilai-nilai kebersamaan selalu menjadi semangat untuk terus mewujudkan sekolah kita menjadi sekolah yang lebih hebat, lebih berkemajuan,” ujar Asep.
Ia menambahkan bahwa kreativitas siswa yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut merupakan bukti bahwa ide dan gagasan generasi muda terus tumbuh dan berkembang.
“Kreativitas dan karya siswa menjadi wujud nyata bahwa ide dan gagasan selalu tumbuh dan berkembang di ruang-ruang publik, dan kita menyongsong semangat Indonesia Emas tahun 2045,” lanjutnya.
Dalam refleksi kemerdekaannya, Asep mengajak seluruh warga sekolah untuk tidak berhenti pada pertanyaan tentang sudah berapa lama Indonesia merdeka, tetapi juga merenungkan sejauh mana kemerdekaan tersebut telah diisi dengan hal-hal yang bermanfaat.
Ia mengingatkan bahwa para pejuang kemerdekaan telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawa agar generasi penerus dapat menikmati kehidupan yang lebih baik. Karena itu, kemerdekaan harus diisi dengan pendidikan, karya, pengabdian, dan akhlak yang baik.
Mengutip QS. Ali Imran ayat 169, Asep mengingatkan bahwa pengorbanan orang-orang yang gugur di jalan Allah tidaklah sia-sia. Semangat tersebut, menurutnya, perlu diteruskan oleh generasi muda melalui perjuangan dalam bentuk yang sesuai dengan tantangan zaman.
Ia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan pada masa kini tidak hanya berkaitan dengan bebasnya bangsa dari penjajahan, tetapi juga kemampuan seseorang membebaskan dirinya dari berbagai bentuk “penjajahan” yang berasal dari dalam diri.
Mulai dari ketergantungan terhadap gawai, penyebaran hoaks, gaya hidup konsumtif, hingga kemalasan yang membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk berkembang.
Asep kemudian mengajak siswa untuk membangun empat karakter penting sebagai bagian dari tanggung jawab generasi penerus bangsa, yaitu merdeka berpikir, merdeka berkarya, merdeka berakhlak, dan merdeka berbuat kebaikan.
Merdeka berpikir diwujudkan dengan membangun literasi, mampu memeriksa kebenaran informasi, serta berani memiliki prinsip dengan tetap menjaga kesantunan. Merdeka berkarya berarti berani menghasilkan karya, membangun usaha, membuat konten positif, dan memberikan manfaat meskipun dimulai dari hal sederhana.
Sementara itu, merdeka berakhlak diwujudkan melalui sikap menghormati guru, menyayangi orang tua, jujur, dan dapat dipercaya. Adapun merdeka berbuat kebaikan diwujudkan dengan kepedulian kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.
“Kemerdekaan bukan sekadar lomba balap karung atau panjat pinang. Lebih dari itu, mari kita berlomba menjadi insan yang berguna dan bermanfaat bagi sesama,” pesannya.
Beragam Perlombaan, Tumbuhkan Kebersamaan
Semarak Kemerdekaan SMK Muhammadiyah Banjar diisi dengan berbagai perlombaan yang melibatkan siswa dan guru. Untuk siswa, perlombaan meliputi kebersihan dan dekorasi kelas, kostum dan yel-yel, ular tangga, sarung balon, corong bola, memasukkan paku, memancing kerupuk, piramida gelas, serta jalan menyilang.
Sementara itu, para guru turut ambil bagian melalui sejumlah perlombaan, yakni estafet balon, nyanyi duet, memancing kerupuk, dan memasukkan paku.
Beragam perlombaan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana meriah, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kerja sama, komunikasi, kreativitas, sportivitas, serta kekompakan antarsiswa maupun antara siswa dan guru.
Kreativitas peserta semakin terlihat melalui penampilan kostum yang beragam. Para siswa memadukan unsur budaya, profesi, dan karakter kreatif dalam penampilan mereka sebagai bagian dari semangat memeriahkan kemerdekaan.
Ketua PR IPM SMK Muhammadiyah Banjar, Ihsan Sahrul, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarkelas.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempererat persahabatan antarkelas sehingga terwujud siswa SMK Muhammadiyah yang solid, unggul, dan berkemajuan,” ungkap Ihsan.
Melalui kegiatan tersebut, SMK Muhammadiyah Banjar berupaya menjadikan momentum HUT ke-81 Republik Indonesia sebagai ruang pembelajaran yang lebih luas bagi siswa. Nilai nasionalisme, gotong royong, kebersamaan, kreativitas, dan sportivitas dihadirkan melalui narasi dan pengalaman langsung selama mengikuti kegiatan.
Semangat kemerdekaan pun diarahkan untuk menjadi energi dalam membentuk generasi muda yang memiliki kebanggaan serta siap berkarya memberikan kontribusi bagi Indonesia.
Sebagaimana refleksi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, perjuangan generasi hari ini bukan lagi melawan penjajahan secara fisik, melainkan melawan berbagai kelemahan diri—kemalasan, kebodohan, ketidakjujuran, kesombongan, dan sikap tidak peduli.
Dengan semangat tersebut, Semarak Kemerdekaan SMK Muhammadiyah Banjar menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam menyiapkan generasi yang berkarakter, kreatif, berkemajuan, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Peliput: Tim Media SMKS Muhammadiyah Banjar
Editor: Haris Wahyudin







