Semarang, Kabar Muhammadiyah Jabar— Ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu se-Indonesia menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi tingkat nasional.
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu tahun 2026 diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, bersamaan dengan rangkaian Muhammadiyah Zakat Summit 2026 yang berlangsung pada 5–8 November 2026 Hotel Dafam Semarang.
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu kali ini bertujuan untuk memperkuat sinergi, tata kelola ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) terintegrasi, serta inovasi sosial.
Adapun agenda utamanya adalah melaksanakan Symposium on Muhammadiyah Zakat Summit 2026 dengan tema “Penguatan Tata Kelola Kelembagaan Terintegrasi Menuju Filantropi Islam yang Berkelanjutan dan Berdampak.”
Pada rakernas juga diusung semangat kolaborasi bertajuk “Collaboration Space yang pada praktiknya berupa penyediaan stand dan bazar UMKM binaan Lazismu dari berbagai daerah.
Tidak tanggung-tanggung, Lazismu Jawa Barat mengerahkan kekuatan penuh dengan memberangkatkan seluruh jajaran pengurus inti serta badan eksekutif untuk hadir langsung dalam perhelatan akbar tersebut.
Kehadiran delegasi asal Jawa Barat ini menunjukkan komitmen tinggi dalam menyelaraskan program-program kemandirian umat secara nasional.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Barat, Hafiz Yefriadi, menjelaskan bahwa keikutsertaan tahun ini melibatkan formasi yang sangat komprehensif, mulai dari tingkat wilayah hingga berbagai daerah di Jawa Barat.
“Alhamdulillah, Lazismu Jawa Barat mengirimkan seluruh badan eksekutif dan badan pengurusnya dalam event ini,” ujar Hafiz Yefriadi saat ditemui di lokasi kegiatan.
Formasi Lengkap Pimpinan dan Badan Eksekutif
Dalam perinciannya, Hafiz Yefriadi menjelaskan bahwa rombongan besar Lazismu Jawa Barat yang hadir di Semarang terdiri dari unsur pimpinan inti serta puluhan anggota badan eksekutif pendukung.
Kehadiran formasi lengkap ini dinilai penting agar koordinasi serta penyerapan materi rapat kerja dapat langsung diimplementasikan setibanya kembali di daerah asal.
Hafiz Yefriadi merinci komposisi delegasi yang turut serta menyukseskan rangkaian acara dari hari Kamis hingga Ahad tersebut.
“Pesertanya ada lima orang, terdiri dari ketua, sekretaris, wakil ketua, dan DPS (Dewan Pengawas Syariah). Penggembiranya ada 21 orang, yaitu seluruh badan eksekutif dari Lazismu wilayah dan Lazismu daerah,” jelasnya.
Keterlibatan jajaran luas ini mencerminkan soliditas organisasi filantropi Islam di Jawa Barat dalam merespons berbagai tantangan sosial dan zakat di era modern.
Kehadiran para pengurus daerah juga membuka ruang koordinasi lintas wilayah yang lebih efektif.
Menimba Inspirasi dan Memantik Semangat Baru
Agenda Rakernas Lazismu se-Indonesia ini tidak hanya berfokus pada laporan pertanggungjawaban dan perumusan program strategis nasional semata, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi akbar bagi para pengelola zakat dari seluruh penjuru tanah air.
Pertemuan ini mempertemukan ratusan pegiat kemanusiaan untuk saling bertukar gagasan inovatif.
Hafiz Yefriadi mengungkapkan harapan besar di balik keikutsertaan rombongan Lazismu Jawa Barat dalam ajang nasional ini.
Menurutnya, interaksi antardaerah di Semarang akan memberikan suntikan energi positif bagi peningkatan kinerja lembaga ke depannya.
“Ya, harapan dari kegiatan ini teman-teman bisa mendapatkan inspirasi karena hadir semua Lazismu se-Indonesia dan bisa memicu semangat kita untuk lebih baik lagi di Lazismu Jawa Barat,” pungkas Hafiz Yefriadi penuh optimisme.
Dengan persiapan matang dan delegasi yang solid, Lazismu Jawa Barat optimis dapat mengusung program-program pelayanan umat yang lebih inovatif, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat luas sepulang dari kota Semarang.
Penulis: Moh Aqbil Wikarya Abdul Karim








