KABUPATEN BANDUNG, 23 Agustus 2026 — Lembaga Resiliensi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat menggelar Latihan Gabungan MDMC se-Jawa Barat Tahun 2026 pada 22–24 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan D’ Peak Bongkor, Cilengkrang, Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas, kesiapsiagaan, serta koordinasi relawan MDMC dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Jawa Barat.
Latihan Gabungan diikuti peserta dari MDMC berbagai daerah di Jawa Barat. Kegiatan ini juga melibatkan unsur Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) ‘Aisyiyah serta mahasiswa dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) se-Jawa Barat.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi ruang untuk memperluas jejaring, berbagi pengalaman, sekaligus membangun semangat kerelawanan di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Perkuat Kapasitas Relawan
Bendahara PWM Jawa Barat, H. Acep Muharom T. Syamsudin, S.H., menyampaikan bahwa penguatan kapasitas relawan kebencanaan merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam menghadirkan gerakan kemanusiaan yang responsif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Penanggulangan bencana membutuhkan kesiapan dan kepedulian yang terus dibangun. Melalui kegiatan seperti ini, Muhammadiyah berupaya memastikan bahwa relawan memiliki kapasitas dan semangat kemanusiaan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat ketika menghadapi bencana.”
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak dapat dibangun secara instan. Diperlukan proses pembelajaran, latihan, serta penguatan koordinasi secara berkelanjutan agar relawan mampu merespons situasi bencana dengan cepat dan tepat.
Sementara itu, Sekretaris MDMC Jawa Barat Ade Irvan Nugraha mengatakan, Latihan Gabungan menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas sekaligus jejaring relawan MDMC di tingkat Jawa Barat.
“Latihan Gabungan ini kita harapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama tiga hari. Peserta membawa pulang pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang dapat diterapkan kembali di daerah masing-masing, sehingga kapasitas dan kesiapsiagaan relawan terus berkembang.”
Belajar, Berlatih, dan Berkoordinasi
Selama kegiatan, peserta mendapatkan berbagai materi dan mengikuti latihan yang berkaitan dengan penanggulangan bencana. Materi diarahkan pada sejumlah kemampuan penting yang dibutuhkan relawan, di antaranya kesiapsiagaan, asesmen, komunikasi, koordinasi, manajemen operasi, serta kerja tim dalam situasi kebencanaan.
Latihan bersama juga menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman dan pola kerja antarelawan. Sebab, penanggulangan bencana tidak hanya membutuhkan kemampuan individu, tetapi juga kemampuan bekerja dalam satu sistem yang terkoordinasi.
Tim Fasilitator MDMC Pusat, Fathul Faruq, menjelaskan bahwa latihan menjadi bagian penting dalam menguji sekaligus mengembangkan kemampuan relawan di lapangan.
“Relawan perlu memiliki kemampuan untuk memahami situasi, mengambil peran, berkomunikasi, dan bekerja dalam satu sistem. Latihan seperti ini memberikan ruang bagi peserta untuk menguji kemampuan tersebut melalui proses belajar dan praktik bersama.”
Jawa Barat memiliki karakteristik wilayah dan potensi ancaman bencana yang beragam. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan yang dibangun secara berkelanjutan, baik melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia maupun penguatan sistem koordinasi dan jejaring relawan.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, Latihan Gabungan menjadi ruang bagi relawan dari berbagai daerah untuk saling mengenal dan berbagi pengalaman. Jejaring yang terbentuk diharapkan dapat menjadi modal penting dalam membangun dukungan lintas daerah ketika terjadi bencana yang membutuhkan respons bersama.
Melalui Latihan Gabungan MDMC se-Jawa Barat Tahun 2026, MDMC Jawa Barat terus mendorong lahirnya relawan yang memiliki kapasitas, kesiapsiagaan, kedisiplinan, kepedulian, dan kemampuan koordinasi dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan relawan selama latihan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesiapan Muhammadiyah dalam mendukung upaya penanggulangan bencana dan membangun ketangguhan masyarakat di Jawa Barat.
Dari latihan, tumbuh kesiapsiagaan. Dari jejaring, lahir kekuatan. Dari kerja bersama, terbangun ketangguhan.








