Banjar, Jabar.Muhammadiyah.or.id – Perasaan bangga dan haru mewarnai perjalanan Sahima Paida Nawal, siswi kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Muhammadiyah Banjar, setelah dipercaya menjadi pembawa baki pada upacara penurunan bendera Paskibraka Kota Banjar, Senin (17/8/2026), di Taman Kota Banjar.
Kepercayaan tersebut menjadi capaian istimewa bagi Sahima sekaligus menorehkan catatan baru bagi SMK Muhammadiyah Banjar. Sahima menjadi siswa pertama SMK Muhammadiyah Banjar yang dipercaya menjalankan tugas sebagai pembawa baki dalam Paskibraka Kota Banjar.
Perjalanan tersebut bermula dari proses seleksi yang diikuti Sahima pada pertengahan Mei 2026. Awalnya, ia mengikuti seleksi karena diajak oleh teman dan hanya bermaksud mencoba. Namun, dari sekitar 265 peserta yang mengikuti proses seleksi, Sahima mampu melewati berbagai tahapan hingga akhirnya masuk dalam 27 Capaska Kota Banjar setelah menyisakan 50 peserta pada tahap Pantukhir.
Pada tahap awal, Sahima sempat merasa ragu ketika menghadapi seleksi kesamaptaan atau kebugaran fisik. Ia mengaku jarang berolahraga sehingga menganggap tahapan tersebut akan menjadi tantangan berat. Namun, dengan menjalani setiap proses sebaik mungkin, ia mampu melewatinya dan melanjutkan ke tahap berikutnya.
Tahap Pantukhir menjadi salah satu proses penting dalam perjalanan seleksi. Selain mengikuti wawancara, Sahima menampilkan minat dan bakat berupa karate kata 1 serta memperkenalkan diri menggunakan beberapa bahasa asing, yakni bahasa Inggris, Mandarin, Korea, dan Spanyol.
“Awalnya saya ikut karena diajak teman dan coba-coba. Setiap tahap awalnya terasa berat, tetapi satu per satu bisa dilewati. Saya sempat ragu ketika tes fisik karena jarang olahraga, tetapi Alhamdulillah ternyata lancar dan bisa lolos ke tahap berikutnya,” ujar Sahima.
Dari 50 peserta yang mengikuti Pantukhir, akhirnya ditetapkan 27 Capaska Kota Banjar. Sahima menjadi salah satu peserta yang berhasil melewati seluruh proses seleksi tersebut.
Dipercaya Membawa Baki
Setelah ditetapkan sebagai Capaska, perjuangan Sahima berlanjut dalam masa pendidikan dan pelatihan. Pada awal Juli 2026, saat mengikuti latihan pra-pusdiklat, Sahima mendapat kepercayaan dari senior untuk menempati posisi pembawa baki.
Kepercayaan tersebut bukan tanpa proses. Sejak awal, Sahima memang memiliki keinginan untuk menjadi pembawa baki. Namun, ia sempat kehilangan kepercayaan diri dan pernah digeser dari posisi tersebut. Dukungan senior, rekan-rekan, dan kakak asuh membuatnya kembali yakin terhadap kemampuan diri.
“Saya sangat senang karena pembawa baki itu posisi yang paling bagus dan menonjol. Rasanya seperti bintangnya dan menjadi posisi yang diinginkan semua orang,” ungkapnya.
Untuk mempersiapkan tugas tersebut, Sahima menjalani latihan intensif selama kurang lebih tiga minggu dengan durasi sekitar 11 jam setiap hari. Latihan fisik, khususnya lari, menjadi salah satu bagian yang paling berat.
Selain ketahanan fisik, membawa baki juga membutuhkan konsentrasi dan kestabilan gerak. Salah satu tantangan yang dihadapi Sahima adalah membawa baki yang terkadang diberi beban batu dari titik awal hingga menuju lapangan rumput dengan waktu tempuh sekitar 25 menit.
Dalam proses latihan, Sahima juga pernah mengalami kegagalan saat latihan penurunan bersama PATAKA. Namun, pengalaman tersebut dijadikannya sebagai bahan evaluasi.
“Saya meningkatkan fokus pada latihan selanjutnya dan tidak terlalu memikirkan kegagalannya. Koreksi yang diberikan pelatih saya ingat dan saya terapkan supaya tidak terulang lagi,” jelas Sahima.
Menjalankan Tugas di Hari Kemerdekaan
Seluruh proses latihan kemudian bermuara pada pelaksanaan upacara penurunan bendera pada 17 Agustus 2026 di Taman Kota Banjar.
Berada di lapangan dengan kondisi panas dan melelahkan tidak membuat Sahima kehilangan fokus. Ia justru menikmati pengalaman tersebut dan merasa bangga karena akhirnya dapat menjalankan tugas yang telah dipersiapkan selama berminggu-minggu.
Saat membawa baki, Sahima mengaku sempat merasa tidak percaya bahwa dirinya dapat mencapai posisi tersebut.
“Saat membawa baki saya merasa bangga dengan posisi yang saya raih. Saya juga tidak percaya dan kagum dengan diri sendiri karena bisa sampai di posisi tersebut,” tuturnya.
Sahima juga mengaku tidak merasakan kegugupan saat menjalankan tugas. Seluruh proses penurunan bendera dapat dilaksanakan dengan lancar tanpa kesalahan.
“Tentunya sangat senang karena tidak ada kesalahan dan Alhamdulillah semuanya lancar,” katanya.
Setelah tugas selesai, perasaan Sahima bercampur antara sedih dan bangga. Baginya, momentum tersebut menjadi salah satu pengalaman yang sulit dilupakan.
Dukungan dari berbagai pihak turut mengiringi perjalanan Sahima. SMK Muhammadiyah Banjar memberikan fasilitasi terhadap berbagai kebutuhan persiapan dan perlengkapan selama mengikuti pendidikan dan pelatihan. Guru-guru memberikan apresiasi, teman-teman memberikan semangat, sementara orang tua memberikan kepercayaan penuh dan doa.
Menjadi Catatan Baru bagi SMK Muhammadiyah Banjar
Bagi SMK Muhammadiyah Banjar, pencapaian Sahima memperpanjang tradisi sekolah dalam mengantarkan siswa menjadi bagian dari Paskibraka Kota Banjar. Kurang lebih 12 siswa SMK Muhammadiyah Banjar telah menjadi bagian dari Paskibraka pada periode-periode sebelumnya.
Sebelumnya, siswa SMK Muhammadiyah Banjar juga pernah dipercaya sebagai apit baki, yakni Vatchurrahmah. Namun, Sahima menjadi siswa pertama dari SMK Muhammadiyah Banjar yang mendapatkan kepercayaan sebagai pembawa baki.
Kepala SMK Muhammadiyah Banjar, Asep Suharto, SE., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi Sahima dalam Paskibraka melengkapi capaian akademiknya sebagai siswa berprestasi.
“Secara akademik Sahima siswa berprestasi dan melengkapinya dengan prestasi terpilih sebagai Paskibraka Kota Banjar tahun 2026. Ini juga menjadi capaian dalam kemampuan dan potensi yang dimilikinya,” ungkap Asep.
Menurut Asep, keberhasilan Sahima juga menjadi bukti bahwa siswa SMK Muhammadiyah Banjar mampu bersaing dengan siswa terbaik dari berbagai sekolah di Kota Banjar.
“Capaian yang selalu terjaga sebagai Paskibraka Kota Banjar setiap periodenya menunjukkan bahwa kemampuan siswa mampu bersaing dengan siswa terbaik di Kota Banjar. SMKS Muhammadiyah membuktikan capaian itu,” jelasnya.
Ia berharap semangat dan kegigihan Sahima dapat menjadi energi positif bagi siswa lainnya untuk terus berusaha dan berprestasi.
“Semangat dan kegigihan Sahima harus menjadi energi positif untuk seluruh siswa,” pesannya.
Asep juga mengingatkan bahwa prestasi bukanlah alasan untuk berhenti berkembang. Menurutnya, setiap capaian harus menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya yang lebih baik.
“Buah karya hadir dari setiap keringat dan pengorbanan yang luar biasa. Prestasi ini tentu tidak menjadi jumawa untuk Sahima maupun sekolah. Yang terpenting bagaimana setiap waktu kita berkarya yang terbaik dan terus memperbaiki untuk bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.
Keberhasilan Sahima menjadi pembawa baki Paskibraka Kota Banjar 2026 menjadi bukti bahwa proses panjang, latihan, evaluasi, dan keberanian untuk melewati keraguan dapat membawa seorang siswa pada kesempatan yang tidak mudah diperoleh.
Dari 265 peserta yang memulai seleksi, 27 nama akhirnya dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Kota Banjar. Salah satunya adalah Sahima Paida Nawal, siswi SMK Muhammadiyah Banjar yang kemudian mendapat kepercayaan untuk membawa baki pada upacara penurunan bendera dalam momentum peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
Peliput: Tim Media SMKS Muhammadiyah Banjar
Editor: Haris Wahyudin







