JAWA BARAT – Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUD Dasmen) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Barat menyelenggarakan rapat konsolidasi wilayah guna memetakan kondisi pendidikan di berbagai daerah.
Kegiatan rapat konsolidasi ini berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dihadiri dan dibuka oleh ketua PWA Jawa Barat, Dra. Ia Kurniati M.Pd, didampingi Koordinator bidang Majelis PAUD Dasmen, Dr. Yusi Riksa Yustiana, M.Pd, jajaran pengurus Paud Dasmen PWA Jabar serta perwakilan dari PDA se-jawa Barat.
Pembukaan Rapat
Konsolidasi diawali olehPP Aisyiyah Korbid Majelis Paud Dasmen, Dr. Rohimi Zamzam, SH, M.Pd, Psi. Bunda Rohimi menyampaikan bahwa dengan momen Kemerdekaan dan Maulid Nabi sudah selayaknya kita meneladani pejuang-pejuang dakwah Aisyiyah dalam bidang pendidikan. Ketekunan, kegigihan dan keuletannya mampu memberikan manfaat dan dampak bagi umat hingga sekarang. Disamping keteladanan, hal tersebut juga perlu menjadi refleksi dan evaluasi. Sudah sejauh mana dampak kualitas dan kuantitas Pendidikan Aisyiyah bagi umat.
Selanjutnya, pembahasan agenda rapat dibagi ke dalam dua zona, yaitu Zona 1 (14 PDA) dan Zona 2 (13 PDA), total seluruhnya 27 PDA dan tercatat 3 PDA yang berhalangfan hadir. Rapat konsolidasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik baik, meninjau permasalahan bersama, serta merumuskan langkah strategis dan dukungan dari tingkat wilayah.

Laporan Progres
Berdasarkan laporan pelaksanaan rapat, berbagai pimpinan daerah telah menunjukkan progres dan praktik yang layak direplikasi. Pada wilayah Zona 2 yang meliputi delapan kabupaten/kota, tercatat majelis mengelola sedikitnya 79 lembaga pendidikan dengan 2.544 peserta didik dan 299 tenaga pendidik.
Berbagai inovasi telah dilahirkan oleh amal usaha pendidikan di daerah. Dalam bidang pendidikan inklusif dan teknologi, Kota Sukabumi berhasil menyelenggarakan layanan inklusif dengan guru pendamping khusus yang terlatih. Kabupaten Sukabumi telah melaksanakan pelatihan kecerdasan buatan dan coding, serta melakukan pendampingan kurikulum PKBM berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Di wilayah Zona 1, Kabupaten Garut menyelenggarakan program pelatihan coding dan berhasil membawa dua TK memperoleh dana hibah yang dimanfaatkan untuk pengembangan sekolah.

Terkait pengembangan sumber daya manusia dan kesejahteraan, Kota Sukabumi mencatatkan praktik baik dalam standardisasi kesejahteraan guru, sistem pengembangan pendidik, hingga penyediaan BPJS Ketenagakerjaan dan penawaran dana pensiun.
Selain itu, kolaborasi lintas lembaga dan pendanaan juga berjalan baik. Kota Bogor misalnya, menonjolkan keberhasilannya dalam model pendanaan program melalui donatur dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah tanpa memberatkan TK. Di Kota Cimahi, kolaborasi strategis dibangun erat bersama BPBD, pemadam kebakaran, dan Tapak Suci untuk kegiatan mitigasi bencana bagi anak-anak.

Tantangan Pendidikan
Di balik berbagai capaian tersebut, rapat konsolidasi juga menyoroti berbagai tantangan krusial yang hampir merata dialami di seluruh daerah. Tantangan pertama adalah kesejahteraan dan peningkatan kualifikasi guru, di mana honor guru masih rendah serta belum meratanya perlindungan sosial. Masih banyak pula guru PAUD nonformal yang mengalami keterbatasan akses sertifikasi dan membutuhkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk menempuh jenjang sarjana.
Tantangan selanjutnya berkaitan dengan legalitas aset dan perizinan. Banyak lahan Amal Usaha Muhammadiyah atau ‘Aisyiyah yang masih atas nama pewakaf atau belum memiliki dokumen kepemilikan yang tertib. Hal ini menghambat proses revitalisasi bangunan fisik sekolah seperti yang dialami TK ABA 1 di Kabupaten Cianjur.
Selain itu, izin operasional, pendaftaran Nomor Pokok Sekolah Nasional, dan sinkronisasi Dapodik untuk program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat juga masih menjadi kendala di beberapa wilayah. Regenerasi kepengurusan, keterbatasan sumber daya manusia yang aktif, serta pemahaman terkait digitalisasi tata kelola melalui Sistem Informasi Penilaian juga dinilai masih membutuhkan pendampingan teknis secara berkelanjutan.
Menyikapi temuan-temuan di lapangan tersebut, Majelis PAUD Dasmen PWA Jawa Barat telah merumuskan sejumlah rencana tindak lanjut strategis untuk memperkuat amal usaha pendidikan.
Beberapa langkah utama yang akan ditempuh meliputi penyusunan standar kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan secara bertahap yang mencakup honor pokok, insentif, dan fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan.
Majelis juga akan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi mitra untuk memfasilitasi program RPL secara daring atau hibrida, perkuliahan kolektif, dan memberikan pendampingan sertifikasi guru PAUD.
Langkah lainnya adalah pembentukan tim khusus pendamping aset untuk inventarisasi, sertifikasi, serta pengawalan pengajuan revitalisasi sarana prasarana sekolah. Selain itu, akan dibentuk klinik perizinan dan pengembangan program pendidikan kesetaraan guna menyelesaikan urusan izin operasional dan penyediaan pengelola, serta dilakukan pemutakhiran Kurikulum PAUD ‘Aisyiyah tingkat Jawa Barat yang mengintegrasikan kurikulum nasional, nilai Islam berkemajuan, pendidikan karakter, dan layanan inklusi.
Dengan semangat kebersamaan dan konsolidasi yang kuat ini, Majelis PAUD Dasmen PWA Jawa Barat optimistis seluruh amal usaha pendidikan di daerah mampu bersinergi, meningkatkan daya saing, serta terus memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, beradab, dan inklusif bagi generasi masa depan.
Penulis: Nani N. Djamal
Editor: Haris Wahyudin







