DEPOK , Kabar Muhammadiyah Jabar—
Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi membuka kegiatan Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (Diksuskamad) Region DKI Jakarta pada Kamis (27/08/2026).
Acara yang berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Kota Depok, ini mengusung tema “Menguatkan Mutu untuk Mewujudkan Madrasah Muhammadiyah Unggul Berwawasan Global.”
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 30 Agustus 2026 ini diikuti oleh sekitar 166 kepala madrasah dari 11 wilayah provinsi. Peserta mencakup jajaran kepala madrasah tingkat Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), hingga Aliyah (MA) dari berbagai daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Lampung, Aceh, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, hingga Kalimantan Barat.
Dorong Peningkatan Mutu dan Inovasi Kepemimpinan
Dalam pengarahannya secara daring, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., menekankan bahwa kunci utama kemajuan madrasah adalah kualitas pembelajaran serta kepemimpinan kepala sekolah yang kreatif dan berinovasi.
“Kualitas pendidikan tidak boleh berhenti. Jangan pernah merasa kualitas kita sudah berada di puncak, sebab mutu harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Dengan menghadirkan kualitas dan pelayanan yang baik, masyarakat dan calon peserta didik akan datang dengan sendirinya,” ujar Prof. Irwan.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, H. Didik Suhardi, Ph.D., menggarisbawahi bahwa seorang Kepala Madrasah tidak hanya bertindak sebagai administrator, melainkan eksekutor dan pemimpin (leadership) yang berani mengambil keputusan strategis demi kemajuan lembaga.
Didik menekankan pentingnya membangun jejaring (networking), penguatan branding keunggulan madrasah, serta komitmen menjadikan madrasah sebagai pilihan utama masyarakat.
Fokus Transisi Menjadi Madrasah Unggul
Ketua Duta Madrasah Muhammadiyah, Marjianti, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya mengungkapkan latar belakang diselenggarakannya Diksuskamad ini.
Ia menyampaikan bahwa dari sekitar 2.000 Madrasah Muhammadiyah yang ada, saat ini baru sekitar 60 madrasah yang masuk dalam kategori sekolah unggul.
Pelatihan Diksuskamad ini hadir untuk membekali para kepala madrasah agar mampu keluar dari zona nyaman, meningkatkan kompetensi manajemen, adaptif terhadap teknologi digital, serta mampu melepaskan ketergantungan madrasah dari label “sekolah pilihan kedua.”
Komitmen dan Ikrar Kepala Madrasah
Pada kesempatan tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DKI Jakarta, Dr. H. Tajuddin Nur, M.M., menyambut hangat seluruh peserta se-regional dan berharap forum ini menghasilkan jalinan jaring kolaborasi antar-kepala madrasah lintas wilayah untuk saling berbagi solusi dan praktik baik (best practices).
Acara pembukaan ditutup dengan pengucapan Ikrar Diksuskamad oleh seluruh peserta, yang berkomitmen untuk:
- Mengikuti pelatihan dengan tertib, displin, dan amanah.
- Mewujudkan Madrasah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berwawasan global.
- Berikhtiar meningkatkan jumlah peserta didik baru (PMBM) hingga minimal 200%.
Usai pembukaan resmi, para peserta membagi diri ke dalam beberapa kelas pelatihan intensif yang didampingi oleh narasumber dan fasilitator ahli selama tiga hari mendatang.








