BANDUNG— Lazismu Jawa Barat kembali melebarkan jangkauan program SASADU (Sarapan dan Salat Dhuha).
Setelah sukses digelar pada pekan pertama di Masjid Raya Mujahidin Bandung, kini pelaksanaan pekan kedua dialihkan ke Masjid Al-Arief, Jalan Sadakeling No. 18, Kelurahan Burangrang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung dari Senin s,d Kamis pada 12-15 Oktober 2026.
Program rutin mingguan yang berlangsung setiap Senin hingga Kamis ini bertujuan untuk mengajak masyarakat menghidupkan kembali sunnah Salat Dhuha, berinteraksi dengan Al-Qur’an, serta mempererat tali silaturahmi warga sekitar.
Menghidupkan Sunnah dan Memperluas Penerima Manfaat
Kepala Program dan Fundraising Lazismu Jawa Barat, Agung Sedayu, menjelaskan bahwa perpindahan lokasi ini merupakan bagian dari strategi perluasan jangkauan dan penerima manfaat program SASADU.
“Tujuan utama dari SASADU ini adalah menghidupkan kembali sunnah Nabi yang kerap ditinggalkan, yaitu Salat Dhuha. Sambil menyiarkan pentingnya Salat Dhuha, kita mengadakan thalabull ‘ilmi, tadarus bersama, hingga sarapan bersama untuk menjalin silaturahmi yang lebih kuat,” ujar Agung.
Ia menambahkan bahwa antusiasme masyarakat di Masjid Al-Arief sangat tinggi. Meskipun tergolong masjid lokal, kehadiran warga, khususnya kalangan ibu-ibu yang sangat luar biasa. Pada hari pertama, pasokan 50 porsi sarapan gratis hampir habis terbagikan, dan pada hari berikutnya seluruh porsi ludes dimanfaatkan jemaah.
“Kedepannya, kami berencana mengadakan roadshow atau tur program SASADU ke masjid-masjid lain di sekitar wilayah ini agar syiar Salat Dhuha terus bergema,” tambahnya.
Sambutan Hangat dari Pengurus Masjid Al-Arief
Di sisi lain, Fajar Sidiq, perwakilan pengurus Masjid Al-Arief, menyambut positif kolaborasi antara Lazismu Jawa Barat dan pihak DKM. Menurutnya, program ini tidak hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi memiliki nilai keagamaan dan pesan mendalam yang dibutuhkan oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, menurut saya program ini sangat bagus. Selain dapat meningkatkan religiusitas masyarakat, antusias warga juga sangat terasa. Ini adalah program yang sangat baik untuk jangka panjang,” ungkap Fajar.
Fajar juga berharap agar kolaborasi ini terus berlanjut dan mampu memberikan dampak sosial-keagamaan yang semakin luas.
“Harapan saya, semoga program dari Lazismu yang dikolaborasikan dengan Masjid Al-Arief ini bisa terus ada dalam jangka panjang. Semoga antusias masyarakat semakin meningkat dan makin ramai, karena ada makna di balik program ini serta pesan-pesan yang sangat tersampaikan dan dibutuhkan oleh masyarakat,” pungkasnya.
*Penulis: Moh Aqbil







